Jakarta – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Intel, tengah menghadapi masa-masa sulit di tengah persaingan sengit di industri chip. Kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin memperparah keadaan, membuat Intel seolah tertinggal dari para pesaingnya. Teknologi yang diusung Intel dinilai kurang mampu bersaing dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), yang kini menjadi produsen chip andalan bagi perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Nvidia, Qualcomm, AMD, dan bahkan Intel sendiri.Di tengah kondisi yang kurang menguntungkan ini, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan melakukan aksi borong saham Intel senilai Rp 144 triliun. Langkah ini sontak menimbulkan spekulasi dan pertanyaan di kalangan investor dan analis. Apakah Trump melihat potensi tersembunyi dalam Intel? Ataukah ini hanya sekadar manuver politik untuk mendukung perusahaan teknologi dalam negeri?Aksi borong saham yang dilakukan Trump tentu menjadi angin segar bagi Intel. Suntikan dana segar sebesar Rp 144 triliun diharapkan dapat membantu Intel untuk berinvestasi dalam pengembangan teknologi baru, meningkatkan kapasitas produksi, dan bersaing lebih ketat dengan TSMC dan perusahaan chip lainnya. Namun, apakah langkah ini cukup untuk menyelamatkan Intel dari jurang kehancuran? Waktu yang akan menjawab.
You May Also Like
BAHLIL BEBERKAN ALASAN KENAIKAN SUBSIDI LISTRIK TAHUN DEPAN
August 28, 2025
KOMDIGI PANGGIL TIKTOK DAN META SOAL KONTEN FITNAH DAN KEBENCIAN
August 27, 2025
+ There are no comments
Add yours