Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani, menyoroti isu pemborosan snack dalam rapat-rapat anggota dewan. Ia mengimbau agar anggota DPR menghabiskan snack yang disediakan dan menyesuaikan jumlahnya agar tidak mubazir. Puan juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kenaikan gaji bagi anggota DPR, menepis kabar yang beredar di media sosial. Sementara itu, terkait tunjangan rumah, Puan menjelaskan bahwa pemberian tunjangan Rp50 juta per bulan adalah kompensasi atas penyerahan rumah dinas di Kalibata dan Ulujami kepada negara.Di sisi lain, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengusulkan agar setiap rapat di komisinya cukup disuguhkan air putih saja. Ia menilai penyediaan snack kurang tepat karena rapat bisa berlangsung beberapa kali dalam sehari dan belum tentu semua anggota mengonsumsinya. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap isu anggaran konsumsi rapat yang dinilai kurang efisien.Menanggapi polemik tunjangan anggota DPR, Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir mengklarifikasi pernyataannya terkait tunjangan beras dan bensin. Ia mengakui telah salah menyampaikan data dan memastikan bahwa tunjangan beras tidak mengalami kenaikan sejak 2010, yaitu sebesar Rp200 ribu, dan tunjangan bensin sebesar Rp3 juta per bulan. Klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait kesejahteraan anggota DPR.
+ There are no comments
Add yours