Jakarta – Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, akan berkoordinasi dengan BIP Danantara terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Hal ini menanggapi desakan Komisi VI DPR soal beban utang PT KCIC yang dikhawatirkan bikin kerugian besar.Menurut laporan keuangan KAI per Juni 2025, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (anak usaha KAI) mencatat kerugian Rp4,195 triliun di 2024 dan Rp1,625 triliun di semester I 2025. Ini menunjukkan proyek kereta cepat memberi tekanan finansial serius.Bobby menyebut masalah ini adalah bom waktu yang harus segera ditangani lewat koordinasi agar utang tidak makin membengkak.
+ There are no comments
Add yours