Jakarta – Impian untuk menjadi konglomerat di usia muda menjadi kenyataan bagi Liu Jingkang, atau yang dikenal sebagai JK, seorang pengusaha asal China. Pada usia 33 tahun, JK telah mengumpulkan kekayaan yang mencapai ratusan triliun rupiah berkat kesuksesan perusahaannya, Insta360, produsen action camera yang berbasis di Shenzhen. Keberhasilan ini tak lepas dari penawaran umum perdana (IPO) Insta360 di Bursa Efek Shanghai, yang telah mendorong valuasi perusahaan hingga mencapai angka yang fantastis.Mengutip Forbes, kekayaannya berasal dari produsen action camera, Insta360. Sahamnya melonjak hampir empat kali lipat saat melantai perdana di Bursa Efek Shanghai. Valuasi perusahaan ka mencapai sekitar 71 miliar yuan atau setara US$9,9 miliar atau sekitar Rp161,37 triliun (Rp16.400/US$).Kesuksesan JK dan Insta360 menjadi bukti nyata potensi besar yang dimiliki oleh perusahaan teknologi di China. Kisah ini juga menginspirasi para pengusaha muda untuk berani bermimpi besar, berinovasi, dan mengambil risiko untuk mencapai kesuksesan finansial. Keberhasilan IPO Insta360 juga menunjukkan daya tarik investasi yang tinggi di sektor teknologi dan potensi pertumbuhan yang luar biasa di pasar action camera global. JK, dengan strateginya yang cerdas dan inovatif, telah berhasil membangun sebuah perusahaan teknologi yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga diakui secara global.Insta360 tercatat dengan nama Arashi Vision dan bermarkas di Shenzhen. Perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar 1,94 miliar yuan atau US$270 juta melalui penawaran umum perdana (IPO) di papan STAR Market, Rabu (12/6/2025). Saham Insta360 dibuka di harga 182 yuan, naik 285% dari harga IPO sebesar 47,27 yuan. Sahamnya sempat menyentuh puncak di 188 yuan sebelum ditutup di 177 yuan. Pencatatan ini menjadi IPO terbesar di papan STAR Market sepanjang tahun ini. Dana hasil IPO sebagian besar akan dialokasikan untuk mendukung riset dan pengembangan produk ke depan.
+ There are no comments
Add yours