Jakarta – Pembiayaan pinjaman daring (pinjol) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Hingga Juni 2025, nilai utang yang tercatat mencapai Rp83,52 triliun, tumbuh 25,06% dibanding periode sebelumnya. Meski ada perlambatan, angka ini masih jauh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan rata-rata sektor pembiayaan konvensional.  Sektor multifinance tradisional justru mengalami pelambatan signifikan, hanya tumbuh 1,96% dengan outstanding Rp501,83 triliun. Ini jauh di bawah pertumbuhan dua digit yang pernah dicapai tahun lalu. Di tengah tren ini, pinjol justru mencatat perbaikan dalam kredit macet (TWP90), turun menjadi 2,85% pada Juni dari 3,19% di bulan Mei.  Perlambatan di multifinance tidak serta-merta mengurangi risiko pinjol. OJK terus memantau perkembangan ini, terutama mengingat besarnya angka utang yang telah menyentuh puluhan triliun rupiah. Meski TWP90 membaik, pengawasan ketat tetap diperlukan agar pertumbuhan pinjol tidak disertai peningkatan gagal bayar di masa depan.  

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours