Jakarta – Harga tembaga menunjukkan tren penurunan secara mingguan di tengah respon pasar terhadap pengumuman tarif baru oleh pemerintahan Trump. Tarif sebesar 50% yang diberlakukan terhadap produk tembaga setengah jadi, seperti pipa, kabel, batang, lembaran, dan tabung, mulai berlaku efektif pada 1 Agustus 2025. Namun, kebijakan ini juga memberikan pengecualian penting, yaitu bijih tembaga, konsentrat, dan katoda yang masih bebas dari tarif tersebut.Kebijakan tarif yang diterapkan secara selektif ini telah menimbulkan dampak yang kompleks di pasar tembaga. Meskipun produk tembaga setengah jadi terkena tarif tinggi, bentuk tembaga yang kurang diolah tetap dapat diperdagangkan tanpa hambatan tarif. Hal ini menciptakan dinamika baru dalam rantai pasokan tembaga global, di mana produsen dan pengolah tembaga perlu menyesuaikan strategi mereka. Perusahaan yang mengandalkan produk tembaga setengah jadi mungkin akan menghadapi peningkatan biaya produksi, sementara perusahaan yang berfokus pada pemrosesan bijih tembaga mungkin akan mendapatkan keuntungan relatif.Ke depan, dampak jangka panjang dari kebijakan tarif ini terhadap harga tembaga masih perlu dipantau. Faktor-faktor lain, seperti permintaan global dan pasokan tembaga, juga akan memengaruhi pergerakan harga. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya implikasi dari kebijakan tarif Trump terhadap industri tembaga global dan dampaknya terhadap berbagai negara produsen dan konsumen tembaga.
You May Also Like
EKONOMI RI MELAMBAT, PERLAHAN STIMULUS BELANJA MULAI HILANG
August 29, 2025
KENDARAAN LISTRIK, SOLUSI HEMAT TRILIUNAN RUPIAH UNTUK NEGARA
August 27, 2025
+ There are no comments
Add yours