JAKARTA – Saham Chandra Daya Investasi (CDIA), emiten infrastruktur milik konglomerat Prajogo Pangestu, mengalami koreksi untuk pertama kalinya sejak penawaran umum perdana (IPO) awal bulan ini. Pada perdagangan intraday sesi pertama, saham CDIA turun 5,74% ke Rp 1.725 per saham. Sebelumnya, perdagangan saham CDIA dua kali ditangguhkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat kenaikan harga yang tajam. Saham CDIA kini diperdagangkan di papan pemantauan khusus BEI selama tujuh hari perdagangan. Koreksi harga ini terjadi setelah saham CDIA beberapa kali menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dan kemudian diperdagangkan melalui mekanisme call auction. Meskipun terkoreksi, harga saham CDIA belum menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Koreksi ini terjadi meskipun sebelumnya sejumlah petinggi CDIA melakukan pembelian saham dalam jumlah besar. Komisaris Andre Khor Kah Hin membeli 4,25 juta lembar dan 15 juta lembar saham, sedangkan Presiden Direktur Fransiskus Ruly Aryawan dan Direktur Jonathan Kandinata masing-masing membeli 5 juta lembar saham. Pembelian tersebut diklaim sebagai investasi pribadi dan bukan bagian dari pengendalian perusahaan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours