Jember – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jember dan sekitarnya telah memaksa penerapan kebijakan pembatasan pembelian BBM di sejumlah SPBU. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan bahwa pembelian BBM sementara dibatasi sebesar Rp100.000 untuk mobil dan Rp30.000 untuk sepeda motor. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi seluruh masyarakat dan mencegah praktik pembelian BBM dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Langkah ini diambil sebagai respons atas terhambatnya distribusi BBM yang menyebabkan kelangkaan. Pembatasan pembelian BBM ini diharapkan dapat mencegah praktik yang merugikan masyarakat, sekaligus menjamin ketersediaan BBM bagi mereka yang membutuhkannya. Ahad Rahedi menekankan bahwa upaya normalisasi distribusi BBM ke wilayah Tapal Kuda, khususnya Jember dan Bondowoso terus dilakukan. Dukungan distribusi BBM kini tak hanya berasal dari Surabaya dan Malang, tetapi juga dari Tuban dan Madiun dengan total 79 mobil tangki yang dikerahkan pada hari Selasa. Pertamina optimis bahwa distribusi BBM akan kembali normal dalam waktu dua hari ke depan. Pertamina menghimbau masyarakat di Jember, Bondowoso dan sekitarnya untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Dengan peningkatan jumlah mobil tangki yang mengirimkan pasokan BBM dan upaya normalisasi distribusi yang terus dilakukan, Pertamina meyakini situasi kelangkaan BBM akan segera teratasi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, serta menghindari pembelian BBM di luar SPBU resmi untuk mencegah pembelian dengan harga yang lebih mahal.
You May Also Like
EKONOMI RI MELAMBAT, PERLAHAN STIMULUS BELANJA MULAI HILANG
August 29, 2025
KENDARAAN LISTRIK, SOLUSI HEMAT TRILIUNAN RUPIAH UNTUK NEGARA
August 27, 2025
+ There are no comments
Add yours