Jember – Suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jember mengalami peningkatan signifikan menyusul kelangkaan yang terjadi beberapa waktu lalu. Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa suplai BBM yang biasanya 1.000 kiloliter per hari kini telah meningkat menjadi 2.133 kiloliter. Peningkatan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan Pertamina, sebagai respons atas terhambatnya distribusi BBM akibat penutupan jalan Jember-Banyuwangi dan jalur Gumitir yang sedang dalam perbaikan. Penambahan pasokan bahkan melibatkan armada dari luar Jawa Timur, termasuk dari Solo. Langkah cepat pemerintah Jember ini diambil setelah adanya protes kepada Pertamina terkait kendala distribusi. Bupati Fawait menegaskan pentingnya kerja sama dalam mengatasi krisis ini, menekankan bahwa saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Untuk meringankan dampak kelangkaan BBM, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang antara lain mengatur pembelajaran daring di sekolah dan penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meminimalisir dampak buruk dari kelangkaan BBM. Meskipun suplai BBM telah meningkat, Bupati Fawait mengimbau masyarakat untuk menghindari panic buying agar ketersediaan BBM dapat terdistribusi secara merata. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan meminta pengertian serta kesabaran masyarakat selama proses pemulihan distribusi BBM berlangsung. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, Pertamina, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, untuk memastikan kelancaran distribusi BBM dan meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi.
You May Also Like
EKONOMI RI MELAMBAT, PERLAHAN STIMULUS BELANJA MULAI HILANG
August 29, 2025
KENDARAAN LISTRIK, SOLUSI HEMAT TRILIUNAN RUPIAH UNTUK NEGARA
August 27, 2025
+ There are no comments
Add yours