JAKARTA – Forum Alumni Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Pergerakan Demokratik menuntut negara segera mengusut tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM berat, termasuk penculikan aktivis dan kekerasan seksual massal pada 1998. Tuntutan ini disampaikan dalam konferensi pers bertepatan dengan peringatan peristiwa Kudatuli (27 Juli 1996), yang digelar di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Minggu (27/7/2025).Tokoh-tokoh seperti Ririn Sefsani, Zainal Muttaqin (Jejen), dan Wahyu Susilo menyuarakan kritik keras terhadap pemerintah, khususnya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang dinilai berupaya menghapus sejarah kelam Orde Baru. Pernyataan serupa juga disampaikan serentak di beberapa kota seperti Surabaya, Makassar, Samarinda, dan Kupang.Forum tersebut mendesak pembentukan Pengadilan HAM Ad Hoc serta pelaksanaan rekomendasi Komnas HAM dan TGPF. Mereka menilai kejahatan seperti penculikan paksa dan kekerasan seksual pada 1998 merupakan pelanggaran HAM berat yang terstruktur dan sistematis. Mereka juga menuntut pemulihan menyeluruh bagi para penyintas dan keluarga korban serta menolak segala bentuk kekuasaan represif dan anti-demokrasi di era reformasi.
+ There are no comments
Add yours