Jakarta – Pasar saham kawasan Asia-Pasifik mencatat penguatan pada Selasa (22/7/2025), didorong pemulihan signifikan di Jepang meski baru dilanda gejolak politik. Koalisi penguasa di Negeri Sakura kehilangan suara mayoritas di majelis tinggi, tapi hal itu justru tak menyurutkan optimisme investor. Sentimen positif ini turut dipicu respons pasar terhadap kinerja perusahaan-perusahaan Wall Street yang tetap tangguh di tengah ancaman tarif perdagangan global.  Secara rinci, Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,12% ke level 40.254,18, sementara Topix menguat 0,96%. Kinerja serupa terlihat di Korea Selatan dengan Kospi naik 0,1% dan Kosdaq terdongkrak 0,7%, serta Australia lewat kenaikan S&P/ASX 200 sebesar 0,54%. Penguatan ini tak lepas dari penilaian ulang investor terhadap ketahanan laba korporasi AS, setelah dua indeks utama di sana mencetak rekor tertinggi meski dibayang-bayangi tensi tarif.  Di Indonesia, pasar keuangan hari ini bakal dipantau dari tiga sentimen kunci: rilis data uang beredar Bank Indonesia periode Juni 2025 yang bakal jadi sinyal konsumsi dan kredit, keputusan Bank Sentral China mempertahankan suku bunga di tengah perlambatan ekonomi, serta perkembangan negosiasi tarif dengan AS. Meski IHSG sudah 11 hari beruntun naik, fokus investor masih tertuju pada potensi kebangkitan nilai tukar rupiah yang belum menunjukkan tren serupa.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours