IHSG ditutup menguat 0,87% atau naik 63,89 poin ke level 7.375,8 pada sesi I perdagangan Senin (21/7/2025). Indeks bergerak di rentang 7.306 hingga 7.385, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,24 triliun dari 1,19 juta kali transaksi atas 18,8 miliar saham. Sektor teknologi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 5,25%, diikuti bahan baku yang juga mencatatkan penguatan signifikan.

Kenaikan IHSG banyak ditopang oleh saham emiten milik para konglomerat. Saham DCII milik Toto Sugiri naik 11,84% dan menyumbang lebih dari 31 poin indeks. CDIA milik Prajogo Pangestu kembali menyentuh ARA dengan kenaikan 25%, sementara saham BRPT, TOWR, AMMN, MBMA, BRMS, dan DSSA juga memberikan kontribusi positif. Di luar saham konglomerat, hanya TLKM dan ISAT yang menjadi penggerak IHSG siang ini.

Dari sisi sentimen, perhatian pasar pekan ini akan tertuju pada isu eksternal, terutama kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia dan rilis suku bunga acuan dari China. Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti laporan keuangan bank besar. Meskipun IHSG menguat selama 10 hari berturut-turut, secara teknikal ada potensi koreksi karena indeks berada di area resistance dan muncul sinyal profit taking. Support terdekat IHSG diperkirakan berada di level 7.275 hingga 7.075 jika tekanan jual berlanjut.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours