Jakarta – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren mengkhawatirkan pengangguran di Indonesia didominasi oleh kelompok usia muda, khususnya Gen Z (15-24 tahun). Dari total 7,28 juta pengangguran pada Februari 2025, sebanyak 3,55 juta berasal dari kelompok usia ini. Angka ini, meskipun mengalami penurunan sedikit dibandingkan Februari 2024 (3,62 juta), tetap menjadi perhatian serius mengingat besarnya jumlah tersebut terhadap total pengangguran nasional. Kondisi ini menunjukkan tantangan besar dalam penyerapan tenaga kerja muda di Indonesia dan membutuhkan strategi yang tepat untuk mengatasinya. Meskipun jumlah pengangguran secara keseluruhan meningkat sedikit dibandingkan tahun sebelumnya (dari 7,19 juta menjadi 7,28 juta), data BPS juga mencatat pertumbuhan positif pada jumlah penduduk yang bekerja, dari 142,18 juta pada Februari 2024 menjadi 145,77 juta pada Februari 2025. Namun, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja tidak mampu menyerap seluruh pencari kerja, khususnya di kelompok usia muda. Perlu diteliti lebih lanjut sektor-sektor ekonomi mana yang mampu menciptakan lapangan kerja dan sektor mana yang masih mengalami kekurangan. Selain itu, kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan pasar kerja juga menjadi faktor penting yang perlu dikaji. Data BPS juga menunjukkan peningkatan jumlah pengangguran di kelompok usia di atas 45 tahun. Ini mengindikasikan potensi masalah yang lebih kompleks, di mana tidak hanya generasi muda yang menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan, tetapi juga kelompok usia produktif yang lebih tua. Pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang komprehensif untuk mengatasi masalah pengangguran di semua kelompok usia meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan daya saing industri dalam negeri, serta program-program penciptaan lapangan kerja yang tertarget dan berkelanjutan. Mengabaikan masalah ini hanya akan memperburuk kondisi ekonomi dan sosial di masa depan.
+ There are no comments
Add yours