Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan kesiapannya untuk memimpin percepatan pembangunan di Papua, menanggapi pemberitaan mengenai penugasannya di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan Gibran di Klaten, Jawa Tengah, menekankan kesiapannya untuk menjalankan tugas di mana pun dan kapan pun, melanjutkan upaya yang telah dirintis oleh Wapres Ma’ruf Amin. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam isu Papua bukanlah hal baru, dengan tim Setwapres di bawah koordinasinya telah aktif mengirimkan bantuan, seperti alat sekolah dan laptop, serta memantau program Makan Bergizi Gratis di beberapa wilayah Papua. Sikap fleksibel Gibran terhadap lokasi kerjanya, baik di Jakarta, IKN, atau Papua, mencerminkan komitmennya untuk sering turun ke daerah, berdialog langsung dengan masyarakat, dan menerima masukan serta evaluasi. Penjelasan lebih lanjut datang dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Yusril menjelaskan bahwa penugasan Gibran didasarkan pada UU Otonomi Khusus (Otsus) Papua, dan bukan merupakan penugasan khusus dari Presiden. Ia membandingkannya dengan penugasan Wapres Ma’ruf Amin dalam pengembangan ekonomi syariah oleh Presiden Jokowi. Yusril menegaskan bahwa yang akan berkantor di Papua adalah kesekretariatan dan tim pelaksana dari Badan Khusus Percepatan Pembangunan Otsus Papua, yang diketuai oleh Wapres Gibran. Keberadaan Badan Khusus ini diatur dalam Pasal 68A UU Otsus Papua dan Perpres No 121 Tahun 2022, dengan tujuan untuk melakukan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan Otonomi Khusus Papua. Tempat kedudukan Wapres tetap di Ibu Kota Negara, mengikuti tempat kedudukan Presiden, sesuai dengan ketentuan konstitusional. Meskipun pemberitaan awal menyebutkan kemungkinan Gibran akan berkantor di Jayapura, penjelasan Yusril memberikan klarifikasi penting. Penugasan Gibran fokus pada kepemimpinan Badan Khusus, bukan perpindahan kantor Wapres ke Papua. Hal ini menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam percepatan pembangunan Papua, dengan Gibran sebagai pemimpin yang siap bekerja di mana pun demi mencapai tujuan tersebut. Fokusnya adalah pada efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan tugas percepatan pembangunan di Papua, dengan memanfaatkan sumber daya dan infrastruktur yang ada di berbagai lokasi. Kesiapan Gibran untuk bekerja di berbagai lokasi menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat Papua dan memahami langsung tantangan pembangunan di daerah tersebut.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours