JAKARTA, 10 Juli 2025 – Dalam kunjungan kenegaraan ke Brasil, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu dengan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva untuk membahas kerja sama energi, khususnya pemanfaatan biofuel. Indonesia melihat Brasil sebagai mitra penting dalam transisi energi, mengingat pengalaman Brasil yang sukses dalam pengembangan energi rendah karbon. Pertemuan tersebut menekankan pentingnya pembelajaran dari keberhasilan Brasil dalam pengembangan biofuel dan integrasi sektor pertanian untuk mendukung ketahanan energi dan ekonomi. Salah satu fokus kerja sama adalah pengembangan bioetanol. Menteri Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan bioetanol merupakan bagian dari strategi nasional Indonesia untuk menciptakan ekosistem energi berkelanjutan dan inklusif. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN), yang mengatur tata kelola biofuel secara komprehensif, termasuk insentif bagi pelaku usaha. Indonesia juga telah memulai uji pasar bioetanol melalui Pertamax Green 95. Kunjungan ini diharapkan dapat mengaktifkan kembali implementasi Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Indonesia dan Brasil di bidang energi dan pertambangan yang telah disepakati sejak 2008. Kerja sama yang akan ditingkatkan mencakup teknologi, riset, peningkatan kapasitas, dan proyek bersama. Dengan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 6,34 miliar pada 2024, kedua negara berharap kerja sama ini dapat memperkuat investasi, transfer teknologi, dan mendukung transisi hijau di kedua negara.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours