Jakarta – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat (11/7/2025) pagi, dengan minyak Brent tercatat turun ke level US$68,97 per barel dan minyak WTI menyusut menjadi US$66,97. Penurunan ini dipicu oleh keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 548.000 barel per hari mulai Agustus, yang menambah tekanan pada pasar yang sudah menghadapi tantangan dari laporan mingguan EIA yang menunjukkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 7,07 juta barel. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang justru memperkirakan penurunan, menandakan potensi oversupply yang lebih besar.Di tengah situasi ini, ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan negara-negara lain, termasuk Brasil, semakin memperburuk sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru yang mencakup bea masuk 50% untuk produk Brasil dan rencana pemberlakuan tarif tambahan pada komoditas lain seperti tembaga dan semikonduktor. Kekhawatiran akan meluasnya perang dagang membuat investor cenderung defensif terhadap aset berisiko, termasuk minyak, yang berpotensi mengurangi permintaan di masa mendatang.Namun, di balik tekanan yang ada, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan kelompok Houthi terhadap kapal dagang, yang menyebabkan korban jiwa dan penculikan awak. Situasi ini menahan penurunan harga lebih dalam, karena meningkatkan risiko gangguan pasokan dari kawasan vital tersebut. Pasar kini menunggu kejelasan lebih lanjut dari OPEC+ mengenai kemungkinan penundaan peningkatan produksi lanjutan di bulan September, yang jika terjadi, dapat memberikan rem jangka pendek terhadap tekanan harga minyak.
You May Also Like
EKONOMI RI MELAMBAT, PERLAHAN STIMULUS BELANJA MULAI HILANG
August 29, 2025
KENDARAAN LISTRIK, SOLUSI HEMAT TRILIUNAN RUPIAH UNTUK NEGARA
August 27, 2025
+ There are no comments
Add yours