Jakarta – Pementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia sedang melangkah maju dengan menerapkan sistem digitalisasi bernama ‘Genesis’. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah akses data dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan sistem pelelangan, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak investor ke sektor energi terbarukan. Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), menjelaskan bahwa melalui platform Genesis, calon investor akan memiliki akses ke berbagai data penting, termasuk data pengeboran sumur panas bumi yang dilakukan oleh pemerintah dan informasi awal mengenai suhu WKP.Dengan adanya sistem online ini, seluruh proses pelelangan panas bumi akan terintegrasi dalam satu platform, sehingga memudahkan pengembang untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Eniya menekankan bahwa meskipun data dasar dapat diakses secara langsung, informasi yang lebih mendalam akan memerlukan perjanjian non-disclosure agreement (NDA) sebelum pengembang dapat melanjutkan ke tahap feasibility study (FS). Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kerahasiaan data sensitif sambil tetap memberikan akses yang diperlukan untuk mendorong investasi.Selain itu, pemerintah juga berencana untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Panas Bumi Untuk Pemanfaatan Tidak Langsung. Revisi ini bertujuan untuk memberikan kepastian investasi kepada pengusaha, khususnya dalam proyek panas bumi di dalam negeri. Dengan setidaknya 17 poin yang akan diubah, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan mendorong pertumbuhan sektor energi terbarukan di Indonesia. Targetnya, revisi ini diharapkan dapat rampung pada tahun 2025, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.
You May Also Like
BAHLIL BEBERKAN ALASAN KENAIKAN SUBSIDI LISTRIK TAHUN DEPAN
August 28, 2025
KOMDIGI PANGGIL TIKTOK DAN META SOAL KONTEN FITNAH DAN KEBENCIAN
August 27, 2025
RAKSASA EKONOMI GOYAH, TRUMP BORONG SAHAM RP 144 TRILIUN
August 23, 2025
+ There are no comments
Add yours