Jakarta – Pemerintah kini memiliki gambaran lebih mendalam tentang kehidupan warga lanjut usia (lansia) di Indonesia melalui Data Indonesia Longitudinal Aging Survey (ILAS). Survei panel pertama sejenis ini menjangkau lebih dari 4.000 responden berusia 45 tahun ke atas yang tersebar di sembilan provinsi, mulai dari Sumatera Barat hingga Maluku. ILAS secara khusus dirancang untuk memotret berbagai aspek krusial dalam kehidupan lansia, termasuk kondisi sosial, perekonomian, kesehatan, dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Data yang dihimpun sejak gelombang pertama tahun 2023 ini menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan ramah lansia. Kementerian PPN/Bappenas menegaskan ILAS bukan hanya memperkuat perencanaan pembangunan inklusif, tetapi juga menjadi sumber data vital bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. Selain itu, data ini juga terbuka untuk dimanfaatkan oleh akademisi dan masyarakat dalam melakukan riset terkait isu kelanjutusiaan.
Keunikan utama ILAS terletak pada pendekatan longitudinalnya, yang memungkinkan perubahan dan dinamika dalam kehidupan para lansia dilacak perkembangannya dari waktu ke waktu. Metode ini dinilai sangat strategis karena memberikan pemahaman lebih dalam tentang proses penuaan penduduk Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih dinamis ini, intervensi kebijakan dan program pendukung lansia diharapkan dapat dirancang secara lebih efektif untuk menghadapi tantangan bonus demografi dan penuaan penduduk, yang sejalan dengan prioritas nasional dalam RPJPN.

+ There are no comments
Add yours