Jakarta – Pemerintah menegaskan target swasembada pangan dalam 4-5 tahun ke depan melalui strategi jangka panjang. Program *food estate*, perbaikan infrastruktur pertanian, dan modernisasi agribisnis jadi tulang punggung rencana ini. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman justru menyoroti tantangan tak terduga: resistensi dari kalangan importir pangan yang khawatir kehilangan pasar menguntungkan di Indonesia.

Amran tegas menyebut importir sebagai pihak paling dirugikan jika swasembada terwujud. Mereka telah investasi puluhan tahun bangun gudang, kapal, dan jaringan distribusi. Keuntungan triliunan rupiah per bulan bisa hilang bila Indonesia mandiri, paparnya. Tak hanya pelaku lokal, ia juga curiga negara pengekspor pangan tak ingin Indonesia berhenti impor – terutama beras yang pernah capai 7 juta ton per tahun – karena bisa tekan harga global.

Di tengah dinamika tersebut, capaian terkini memberi angin segar. Presiden mengklaim cadangan beras dan jagung pemerintah saat ini tertinggi sepanjang sejarah, didukung kenaikan produksi pangan 40-50% pada paruh pertama 2025. Petani, penyuluh, dan kepala dinas adalah pahlawan yang memangkas ketergantungan impor, puji Amran. Optimisme pun menguat bahwa Indonesia tak sekadar mampu swasembada, tapi juga berpotensi jadi lumbung pangan dunia.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours