JAKARTA-Harga batu bara terus mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Pada Kamis (26/6/2025), harga batu bara turun 2,7% ke level US$ 106,15 per ton, memperpanjang tren penurunan yang telah mencapai 6% dalam tiga hari. Penurunan ini menjadi bagian dari pelemahan yang sudah berlangsung sejak 2024, dan diperkirakan masih akan terus berlanjut, seiring dengan perubahan struktural dalam permintaan global.
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memprediksi harga batu bara, baik termal maupun kokas, akan tetap lemah dalam tiga tahun ke depan. Transisi global ke energi rendah karbon serta stok melimpah di negara-negara besar seperti China dan India menjadi faktor utama penurunan permintaan. Selain itu, sektor baja di China masih melemah, sementara permintaan baru dari India dan Asia Tenggara belum cukup untuk menahan tren penurunan harga. Ketegangan geopolitik dan perang dagang turut memperparah prospek harga ke depan.
Tekanan harga ini berdampak besar pada kinerja keuangan perusahaan batu bara. Fitch menurunkan peringkat kredit beberapa produsen besar seperti Indika Energy, Golden Energy and Resources, hingga Coronado Global Resources. Masalah utama meliputi tingginya beban utang, lemahnya arus kas, dan mahalnya biaya operasional. Beberapa perusahaan bahkan menghadapi risiko likuiditas yang serius dalam 6–9 bulan ke depan jika tidak segera mendapatkan pendanaan tambahan atau menjual aset.
+ There are no comments
Add yours