Bank Dunia mengungkapkan konsumsi kelas menengah Indonesia melemah akibat minimnya lapangan kerja dengan penghasilan tinggi. Dalam periode 2019–2024, pertumbuhan konsumsi kelompok ini hanya sekitar 1,3% per tahun, tertinggal dari kelas bawah dan atas yang tumbuh 2–3%. Hal ini menunjukkan kelas menengah semakin tertekan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kondisi ini dinilai berisiko karena kelas menengah merupakan pendorong utama permintaan barang dan jasa bernilai tambah tinggi yang penting bagi pertumbuhan ekonomi. Untuk mengatasi tantangan ini, dibutuhkan peningkatan kualitas layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur agar pekerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja modern.

Selain itu, pemerintah perlu memperkuat ruang fiskal melalui efisiensi pengeluaran dan peningkatan pendapatan negara. Reformasi struktural juga penting, seperti deregulasi, pembukaan akses pasar, dan penghapusan hambatan perdagangan agar sektor swasta lebih produktif, ekspor meningkat, dan pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours