Setelah sempat anjlok tajam dalam dua sesi sebelumnya, harga minyak dunia menunjukkan tanda-tanda pemulihan berkat gencatan senjata antara Iran dan Israel yang mulai berlaku pekan ini. Meski kesepakatan tersebut masih bersifat sementara, pasar merespons positif karena berkurangnya kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Harga minyak Brent naik menjadi US$67,96 per barel, sementara WTI menguat ke US$65,21 per barel.

Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya harga minyak melonjak ke level tertinggi lima bulan akibat serangan mendadak AS terhadap fasilitas nuklir Iran. Namun ekspektasi akan stabilisasi cepat memudar menyusul laporan intelijen bahwa kerusakan pada program nuklir Iran hanya bersifat sementara. Volatilitas juga dipicu oleh ketegangan di Selat Hormuz, jalur laut penting yang dilalui hampir 20% konsumsi minyak dunia, namun ketegangan kini sedikit mereda.

Di tengah membaiknya sentimen geopolitik, fokus investor beralih ke data fundamental, khususnya cadangan minyak dan permintaan dalam negeri AS. American Petroleum Institute memperkirakan cadangan minyak mentah AS turun signifikan sebesar 4,23 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Juni 2025. Jika data resmi pemerintah yang dirilis malam nanti mengonfirmasi hal ini, maka tren penguatan harga minyak diperkirakan berlanjut.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours