Stok emas bank sentral mendekati level yang terakhir kali terlihat pada tahun 1960-an. Dikombinasikan dengan harga emas yang melonjak, emas kini menjadi cadangan terbesar kedua setelah dolar AS dalam hal nilai. terungkap dari laporan (ECB), Rabu, merujuk data sepanjang 2024.

“Data survei telah menemukan emas semakin menarik bagi negara-negara berkembang dan negara-negara berkembang yang khawatir tentang sanksi dan potensi erosi peran mata uang utama dalam sistem moneter internasional,” tulis ECB. Meningkatnya kepemilikan bank sentral, terutama dari negara-negara seperti China, India, dan Turki.

Meskipun demikian, pembelian emas oleh bank sentral mulai melambat pada awal 2025, turun 33% secara kuartalan, karena harga yang tinggi, kebutuhan diversifikasi, serta potensi pergeseran minat ke aset lain seperti euro. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global tetap menjadi pendorong utama minat terhadap emas sebagai lindung nilai jangka panjang.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours