Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/5/2025) dibuka menguat 39,38 poin atau 0,55 persen ke posisi 7.206,36 di tengah perhatian pelaku pasar terhadap rilis data uang beredar (M2 Money Supply) April 2025. Sementara itu, indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 5,84 poin atau 0,72 persen ke level 820,85. Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan pergerakan IHSG akan bersifat konsolidatif dalam rentang 7.100 hingga 7.200.
Pelaku pasar turut menanti pengumuman penting dari Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait realisasi APBN dan pergantian dua pejabat strategis, yakni Dirjen Pajak yang kini dijabat Bimo Wijayanto serta Dirjen Bea Cukai yang diisi oleh Letjen Djaka Budi Utama. Di saat yang sama, sentimen global turut memengaruhi pasar, terutama ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat akibat perang dagang dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang diprediksi baru terjadi pada September 2025.
Dari sisi eksternal, investor juga mencermati data ekonomi Amerika Serikat, termasuk penurunan penjualan rumah baru (New Home Sales) serta data klaim pengangguran yang lebih rendah dari ekspektasi. Sementara itu, pasar Eropa menantikan rilis data penjualan ritel Inggris yang diperkirakan tumbuh signifikan. Bursa Asia pagi ini bergerak variatif, mengikuti tren Wall Street yang ditutup beragam semalam, mencerminkan kehati-hatian investor global terhadap arah kebijakan moneter dan ketegangan geopolitik.
+ There are no comments
Add yours