JAKARTA, Indonesia- Aktivitas manufaktur Indonesia belum juga bangkit dan kembali mengalami kontraksi pada November 2024. Kontraksi ini memperpanjang masa koreksi manufaktur RI menjadi lima bulan beruntun.

PMI Manufaktur Indonesia pada November 2024 tercatat 49,6, melanjutkan kontraksi lima bulan berturut-turut sejak Juli. Penyebab utama adalah penurunan pesanan baru dan lapangan kerja, meskipun output meningkat untuk menyelesaikan pekerjaan tertunda dan menambah inventaris. S&P Global mencatat optimisme terhadap prospek ekonomi tahun depan meningkat, didorong ekspektasi kenaikan permintaan. Namun, lemahnya penjualan saat ini membuat sektor manufaktur tetap tertekan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours