Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bakal bergerak fluktuatif hari ini, Jumat (1/11/2024). Meski sempat menguat pada perdagangan Kamis (31/10) di level Rp15.698 per dolar AS, rupiah diproyeksikan akan ditutup melemah di kisaran Rp15.690-Rp15.760. Pergerakan ini sejalan dengan tren yang dialami beberapa mata uang Asia lainnya, seperti yen Jepang dan dolar Taiwan yang menguat, sementara yuan China dan rupee India justru sedikit melemah.Menurut Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi rupiah. Dari luar negeri, data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan penggajian swasta dan angka pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, memicu optimisme terhadap kekuatan pasar kerja di AS. Di sisi lain, ketidakpastian soal kebijakan suku bunga The Fed masih menghantui pasar.Dari dalam negeri, wacana pertumbuhan ekonomi era Prabowo-Gibran yang menargetkan angka 8% turut menyita perhatian. Target yang ambisius ini dinilai terlalu tinggi, apalagi IMF hanya memperkirakan pertumbuhan Indonesia pada 5,2%. Ditambah lagi, ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi China menjadi faktor yang turut memengaruhi nilai tukar rupiah.
You May Also Like
MENKEU DORONG KPR SUBSIDI 30 TAHUN, CICILAN DIHARAP LEBIH TERJANGKAU
February 27, 2026
TRUMP ANCAM TARIF LEBIH TINGGI USAI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG AS
February 24, 2026
ULN INDONESIA TEMBUS US$431,7 MILIAR PADA KUARTAL IV 2025
February 19, 2026

+ There are no comments
Add yours